Selama Perang Dunia Kedua istilah Asia Tenggara digunakan untuk menggambarkan wilayah di seputar kawasan Indo-china dan semenanjung Malaya serta kepulauan- kepulauan yang ada di sekitarnya.

Sejarah asia Tenggara

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 24 November 2015

Cara mengedit video dengan menggunakan video Pad

Videopad merupakan sebuah software penyunting video (video editing) yang cukup bagus dan relatif ringan (ukuran file-nya kecil). VideoPad ini ada yang versi GRATIS mblo.... Ayo kita coba ngedit video bareng-bareng. Ikuti langkah-langkah berikut :
  1. Download software VideoPad di website ini : DOWNLOAD HERE
  2. Install software ini dengan cara klik dua kali pada file vppsetup.exe.
  3. Kalau sudah diinstall, jalankan program VideoPad. (Cari di menu start > NCH Software Suite > VideoPad Video Editor.)
  4. Buka aplikasi VideoPad, kemudian pilih Add media, kemudian drag file media list ke bawah (Clips)
  5. Mulai mengedit, klik Effect, di sebelah kanan Media List Dll (LIHAT GAMBAR)
  6. Setelah selesai, Save movie (File => Save Movie) (LIHAT GAMBAR)
  7. Export Video (File => Export Video) (LIHAT GAMBAR)
  8. Pilih lokasi penyimpanan dan format file (LIHAT GAMBAR)

Rabu, 14 Mei 2014

SEJARAH ASIA TENGGARA

Asal Usul Asia Tenggara

Selama Perang Dunia Kedua istilah Asia Tenggara digunakan untuk menggambarkan wilayah di seputar kawasan Indo-china dan semenanjung Malaya serta kepulauan- kepulauan yang ada  di sekitarnya. Sebelumnya istilah “Further India” dan “Little China” digunakan untuk menggambarkan kawasan Asia Tenggara, istilah ini menjadi populer saat  British South-East Asia Command yang berada di bawah komando  Louis Mountbatten menduduki wilayah- wilayah tersebut. Lalu penulis- penulis dari Amerika seperti Victor Parcel dan E.H.G Dobby menggunakan istilah “Southeast” dan “South-east” dalam menggambarkan kawasan Asia Tenggara.

Secara geografis wilayah Asia Tenggara terbagi ke  dalam dua wilayah; Asia Tenggara Daratan dan Asia Tenggara Maritim.

Asia Tenggara Daratan, meliputi; Kamboja, Vietnam, Thailand, Myanmar dan Laos. Sementara Negara- Negara yang termasuk ke dalam Asia Tenggara Maritim, meliputi; Indonesia, Brunei, Filipina,  Malaysia, Singapore dan Timor Leste.

Walau secara geografis Taiwan, Pulau Kokos dan Pulau Christmas masih termasuk ke dalam wilayah Asia Tenggara, karena alasan politis Taiwan dimasukan ke dalam wilayah Asia Timur sementara Pulau Kokos dan Pulau Christmas masuk ke dalam wilayah administrasi Negara Australia.

Kebudayaan dan bahasa Austronesia merupakan dasar tata kehidupan dan pergaulan bangsa-bangsa di wilayah Asia Tenggara ini[1]. Baru pertengahan abad pertama Masehi pengaruh luar  masuk ke dalam kawasan Asia Tenggara. Dimulai dari India dan China lalu pedagang- pedagang Islam dari Arab dan Persia perlahan- perlahan mulai mempengaruhi kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.

Dilihat  dari factor sejarah, politis dan kebudayaan Asia Tenggara telah banyak diliputi naungan bayangan dari India dan Cina[i], ini terlihat dari banyaknya peninggalan- peninggalan sejarah yang bercorak Hindu dan Budha.  Salah satunya adalah tulisan- tulisan sansakerta dari India yang diterjemahkan oleh para penerjemah Nusantara dengan sangat kreatif dan epic di abad ke 9.

Selain banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu dan Budha, Agama Islam  yang disebarkan oleh pedagang- pedagang dari Arab dan Persia yang masuk melalui Malaka juga memberi peranan penting dalam kebudayaan masyarakat di kawasan ASEAN. Itu terlihat  dari besarnya pemeluk agama Islam di wilayah Asia Tenggara yang hamper mencapai 40% dari keseluruhan populasi penduduk di Asia Tenggara.



SEJARAH ASIA TENGGARA

Kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia merupakan kawasan yang kaya akan sumber daya alam seperti rempah- rempah, logam, barang tambang dan produk- produk yang dihasilkan oleh Negara- negara tropis lainnya[ii]. Selain itu kawasan asia tenggara juga merupakan tempat strategis bagi jalur perdagangan dunia.
Karena letaknya yang strategis bagi jalur perdagan dunia,Negara- Negara dari Eropa secara berbondong- bonding masuk untuk membuat daerah koloni di kawasan Asia Tenggara. Hal itu lah yang membuat Negara- Negara dikawasan Asia Tenggara di akhir abad ke 18 kecuali Thailand mempunyai kesamaan latar belakang, semua Negara- Negara di Asia Tenggara merupakan daerah jajahan Negara- Negara Barat khususnya Negara Eropa.
Hasil perjanjian Tordeseillas dan Zaragoza yang menghasilkan kesepakatan yang membagi dunia di luar Eropa menjadi dua yang menjadi hak eksklusif antara Spanyol dan Portugal, berhasil membawa kapal Portugal mendarat di Selat Malaka dan Spanyol di Filipina.
 Satu abad kemudian Negara- Negara Eropa datang bersama perusahaan- perusahaan dagangnya, VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) yang berada  dibawah kendali Belanda menguasai hamper seluruh wilayah Nusantara. Lalu Kerajaan Inggris dengan EIC (East India Company) berhasil menguasai wilayah Malaysia, Singapura dan Myanmar. Wilayah Indo-Cina dikuasai oleh Prancis. Sementara Filipina dikuasai oleh Spanyol dan Amerika Serikat. 
Selain menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai lumbung padi mereka, pada perang Dunia Kedua Negara- Negara Barat juga menjadikan kawasan ini sebagai Pusat Komando Perang di wilayah Asia Pasifik dalam menghadapi musuh mereka. 
Kolonialisasi yang dilakukan oleh Negara- Negara Eropa terhadap Negara- Negara di Asia Tenggara mengakibatkan wilayah- wilayah di Asia Tenggara terpecah dan dampak dari persamaan sejarah itu lahir sebuah integrasi regional yang melatar belakangi dibentuknya ASEAN (Association Of South East Asian Nations) yang berarti Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara di Bangkok—Thailand. 
Sebuah oraganisasi ekonomi dan geo-politik di Asia Tenggara  yang diprakasai oleh pemerintahan  dari lima Negara, yaitu; Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand  yang ditanda tangani oleh kelima menteri luar negeri masing-masing Negara tersebut pada tanggal 8 Agustus 1967 yang sekaligus melahirkan Deklarasi Bangkok, sekaligus menjadi tonggak sejarah lahirnya sebuah organisasi bernama ASEAN.
ASEAN
Kejatuhan regim Orde Lama di Indonesia yang dipimpin oleh Soekarno berhasil membuat situasi di kawasan Asia Tenggara menjadi semakin kondusif. Kemerdekaan Malaysia dan Filipina dari Inggris yang pada masa pemerintahan Soekarno di Indonesia ditentang dan dianggap sebagai penjajahan baru berhasil diperbaiki oleh pemerintahan Indonesia. Pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto membuat kebijakan politik luar negeri dengan memperbaiki hubungan Indonesia dengan Malaysia yang menjadi langkah awal pembentukan ASEAN.
ASEAN yang berdiri pada tanggal 8 Agustus 1967 diinisiasi oleh lima Negara awal yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura dan Filipina. Ke 5 menteri Luar Negeri dari ke lima Negara tersebut duduk bersama di Bangkok untuk mendiskusikan dan menandatangani dokumen pembentukan ASEAN.
Ke-lima menteri luar negeri yang menandatangani dokumen perjanjian tersebut adalah Adam Malik menjadi wakil dari Indonesia, Narciso R. Ramos dari Filipna, Tun Abdul Razak dari Malaysia, S. Rajaratnam dari Singapura dan Thanat Khoman menjadi perwakilan dari Thailand. Dokumen yang ditandatangani oleh ke lima menteri luar negeri tersebut disebut dengan Deklarasi Asean.
Baru pada tahun 1984, satu minggu setelah meraih kemerdekaannya Brunei Darusallam masuk sebagai anggota ke-enam ASEAN.
Pada 28 Juli 1995 Vietnam masuk menjadi anggota ke-tujuh, lalu disusul oleh oleh Laos, Kamboja dan Myanmar dua tahun kemudian pada tanggal 23 Juli 1977. Tapi karena kondisi keamanan Negara Kamboja yang dianggap belum stabil keanggotaan Kamboja ditangguhkan, baru pada tanggal 30 April 1999 Kamboja dianggap resmi menjadi anggota ASEAN.
Timor Timur menyusul 13 tahun kemudian, setelah melakukan referendum dan memerdekakan diri dari Indonesia, Timor Timur bergabung menjadi anggota ASEAN yang ke-sebelas pada bulan Maret 2011.
Filosofi logo ASEAN yang di dalamnya terdapat 10 tangkai padi yang menggambarkan cita-cita pelopor pembentuk ASEAN di Asia Tenggara, yaitu bersatu dan bersahabat. Sementara gambar bulatan melambangkan kesatuan ASEAN. 
Sampai pertengahan tahun 90-an, ASEAN dianggap sebagai organisasi regional yang sukses di dunia. Itu terlihat dari cepatnya pembangunan ekonomi dan keamanan regional di kawasan Asia Tenggara. Sebelumnya banyak orang berpendapat bahwa kawasan Asia Tenggara merupakan kawasan yang mempunyai karakteristik seperti kawasan Balkan di Eropa yang rawan dengan konflik. Hingga di tahun 1997 saat krisis ekonomi Asia ikut menghantam Asia Tenggara stabilitas perekonomian dan keamanan di kawasan Asia Tenggara pun mulai kembali terganggu.

ASEAN WAY
ASEAN sebagai organisasi regional Asia Tenggara memiliki beberapa aspek penting dalam pembentukannya. ASEAN juga mempunyai identitas tersendiri dalam membuat keputusan untuk menyelesaikan masalah yang disebut dengan ASEAN way.

ASEAN way tercantum di dalam dokumen resmi ASEAN seperti ASEAN Declaration (1967) ) dan The Treaty of Amity and  Cooperation in Southeast Asia (1976), yang di dalam dokumen- dokumen tersebut berisi tentang norma- norma serta serangkaian prosedur yang harus dilakukan dan dijalankan jika terjadi konflik antar negara di kawasan ASEAN.

ASEAN way merupakan cara bagaimana Negara- Negara ASEAN mengatasi konflik diantara mereka dengan mengedepankan prinsip musyawarah (dialogue) dan mufakat  (consensus) sebagai norm dan order. ASEAN way diberlakukan di dalam sebuah forum yang dibentuk oleh Negara- Negara ASEAN dalam upaya penyelesaian konflik yang dinamakan ASEAN Regional Forum (ARF). Dalam melakukan penyelesaian konflik tersebut ASEAN way mengedepankan dua prinsip yaitu prinsip Preventif Diplomacy dan prinsip Non-intervensi.

ASEAN way bertujuan untuk menciptakan keteraturan hubungan antar Negara ASEAN untuk mencegah konflik yang sering terjadi di kawasan multietnis seperti di kawasan Asia Tenggara ini. Dalam hal ini ASEAN way dapat berperan menjadi alat stabilitas regional di kawasan Asia Tenggara.
Musyawarah merupakan pengambilan keputusan melalui diskusi dan konsultasi, sementara mufakat merupakan proses pengambilan keputusan yang membahas permasalahan secara bersama- sama demi mencapai kesepakatan yang disepakati bersama.

Musyawarah dan mufakat dapat diidentifikasikan sebagai bagian dari budaya Asia Tenggara yang telah dipraktekan selama berabad- abad di kawasan Asia Tenggara. Selama berabad- abad juga Musyawarah dan Mufakat memainkan peranan penting dalam menghasilkan keputusan di wilayah Asia Tenggara terutama dalam memainkan peran dalam politik desa.

Selain prinsip Musyawarah dan Mufakat, atas latar belakang historis yang sama dimana Negara- Negara ASEAN mengalami kelangkaan kedaulatan selama puluhan bahkan ratusan tahun karena penjajahan,  ASEAN way menganut prinsip non-intervensi. Dimana Negara- Negara ASEAN tak berhak melakukan intervensi atau ikut campur dalam urusan Negara tetangga di wilayah ASEAN. ASEAN juga sebagai organisasi tidak berhak ikut campur terlalu jauh dalam permasalahan internal maupun bilateral yang dihadapi oleh Negara- Negara anggotanya.

ASEAN way yang pada dasarnya merupakan identitas yang patut dibanggakan ternyata mempunyai sisi buruk layaknya dua sisi dalam mata uang. ASEAN way dinilai memiliki beberapa kelemahan yang fundamental, dimulai dari persoalan kesamaan identitas regional yang masih diragukan, apalagi jika melihat permasalahan internal di beberapa Negara anggota, masih dapat ditemukan konflik antar etnis didalamnya, hingga kritik-kritik terhadap prinsip ASEAN Way menjadi dilematis jika dihadapkan pada kasus-kasus tertentu di era globalisasi seperti sekarang ini.

Selanjutnya adalah prinsip non-intervensi, prinsip ini dianggap membuat ASEAN menjadi tumpul dan tak mempunyai taji yang dapat membuat permasalahan- permasalahan di kawasan Asia Tenggara semakin larut dan tak dapat terselesaikan.

Hal- hal ini lah yang membuat ASEAN berbeda dengan organisasi- organisasi regional lainnya, dimana ASEAN lebih mengedepankan cara diplomasi untuk menyelesaikan masalah dibanding dengan harus menyelesaikan masalah di meja perundingan yang melibatkan tawar-menawar dan mengambil hasil yang berlaku di pengadilan.

SEJARAH PERADABAN MESIR

Di wilayah Mesir terutama di sepanjang hilir sungai Nil sejak zaman prasejarah telah berkembangan suatu peradaban yang tinggi di dunia. Peradaban ini lahir di sekitar lembah Sungai Nil. Di sepanjang hilir Sungai Nil terdapat lembah yang subur, bentuknya memanjang dan sempit. Kesuburan lembah itu adalah akibat terjadinya banjir tahunan Sungai Nil. Setelah banjir surut terjadilah lapisan lumpur di lembah tersebut yang membuat tanah itu subur.

Di lembah sungai tersebut hidup suatu bangsa yang mata pencahariannya bertani dan berternak dengan bentuk pemerintahan dan adat keagamaan yang kesemuanya diatur oleh suatu golongan kaum pemimpin agama. Di samping hidup kegamaan yang maju, kekuasaan kaum pemimpin agama baik dalam bidang rohani maupun keduaniawian meningkat pula ilmu-ilmu pengetahuan timbul dari kalangan pemimpin agama itu, seperti astronomi maupun astrologi. Di sebelah barat dan timur lembah sungai Nil terbentang gurun pasir. Dua gurun pasir itu menjadi benteng bagi daerah subur itu dari bahaya serbuan bangsa-bangsa pengembara.



Masyarakat Mesir kuno pada umumnya hidup sebagai petani gandum, beras, dan jagung serta sebagian pedagang. Mereka sudah dapat mengembangkan ilmu alam (astronomi dan astrologi).



Kepercayaan bangsa Mesir Kuno meliputi:

a. totemisme,
menganggap suci terhadap binatang tertentu, misalnya: sapi jantan, kucing dan buaya.
b. Polytheisme,
percaya pada banyak dewa, dengan dewa tertingginya dewa Ra (dewa Matahari). Pada masyarakat mesir kuno terdapat kebiasaan mengawetkan mayat (mumi).

Di Mesir kuno terdapat pandangan hidup bahwa kehidupan di akhirat merupakan kelanjutan dari kehidupan di dunia, maka manusia harus mempersiapkan diri sebelumnya karena kehidupan di dunia hanya sementara, sedangkan di akhirat itu abadi dan dapat berlangsung selama jasad manusia dapat diabadikan dalam bentuk patung atau mumi. Oleh karena itu agar mumi atau patung tidak mudah rusak dan hidup abadi, maka harus disimpan si tempat yang terlindung dalam bangunan yang kuat dan kokoh. Maka timbulah seni bangunan yang terdiri dari piramid, mastaba dan makam lainnya yang kokoh. Bangsa Mesir kuno menjelang tahun 3000 SM sudah membangun piramida dan kuil yang berhiaskan gambaran, relief dan arca yang melukiskan riwayat para raja, madah pujaan agamawi, serta kejadian sehari-hari.

Dalam menjalankan pemerintahnya, Mesir diperintah oleh seorang raja. Di Mesir terdapat kerajaan-kerajaan kecil yang disebut Nomen, kemudian diperintahkan oleh Menes dengan gelar Fir’aun atau Pharao yang kuasa mutlak. Pusat pemerintahannya antara lain di Memphis, Thebe, dan Akhenaton. Kerajaan Mesir Kuno diperkirakan berdiri sejak 3400 tahun sebelum Masehi. Rajanya disebut Fir’aun, yang mempunyai ‘kekuasaan mutlak, baik dalam hal pemerintahan maupun urusan agama. Fir’aun disamping sebagai Kepala Negara, juga sebagai Kepala Agama dan dipuja sebagai Dewa Yang Berkuasa. Dengan mempercayai kekuasaan Fir’aun sebagai dewa, masya-rakat Mesir kuno tidak berani membantah sedikit pun terhadap segala perintah raja.

Sampai akhir abad ke-18 sejarah Mesir Kuno belum terungkap, sebab tulisantulisan Mesir Kuno yang banyak tampak pada dinding-dinding kuil, piramida dan bangunan lainnya belum dapat dibaca oleh para ilmuwan. Pada abad ke- 18 ketika Mesir dikuasai oleh pasukan Perancis, yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte, ditemukan sebuah batu besar di tepi Sungai Rosetta yang memuat aksara Mesir Kuno didampingi aksara Yunani yang sudah dikenal di Eropa. Batu Rosetta merupakan kunci untuk membaca tulisan-tulisan Mesir kuno, setelah dipelajari dengan tekun selama lebih 20 tahun oleh seorang sarjana Perancis bernama Champollan, maka lambat laun mulailah terungkap rahasia yang selama puluhan abad terkandung dalam peninggalan-peninggalan kebudayaan Mesir kuno.



Hasil kebudayaan yang terdapat di Mesir antara lain:

1 Piramida
Piramida terdiri dari beberapa kamar di dalamnya sebagai tempat atau tanda kuburan yang dihiasi oleh berbagai lukisan dan relief yang mencerminkan kehidupan di akhirat. Bangunan ini didirikan pada saat raja yang bersangkutan masih hidup. Pada piramid terdapat relief menggambarkan asal dan perbuatan sang raja di dunia. Penutupan ruangan dikerjakan setelah upacara pemakaman
2 Spinx
Patung hewan-hewan mitologis yang berbadan singa dan bermuka manusia.
3 Mastaba
Mastaba berbentuk seperti piramid terpotong bagian atasnya dengan tingginya kurang lebih lima meter dengan dua buah pintu asli dan dua buah pintu palsu. Jenazah berada di ruang bawah tanah dan ditutup dengan batu. Mastaba berfungsi sebagai tempat pemakaman para raja-raja yang merupakan bentuk awal piramida
4 Kuil
Kuil dibedakan dari dua jenis, yaitu kuil dewa dan kuil makam. Di dalam terdiri dari kamar pemujaan yang mengelilingi kamar dewa. Pada mulanya kedua kuil disatukan, kemudian dipisahkan agar tidak dicuri orang.
5 Makam
Makam merupakan tempat kuburan para bangsawan di atas gunung karang terdiri dari serambi dan tiang-tiang yang berisi patung. Hiasan dan relief memprlihatkan upacara pemakaman dan amal baik jenazah serta perbuatan tercela yang dilakukannya.
6 Aksara
Peninggalan Mesir kuno yang besar pengaruhnya bagi kebu-dayaan dunia ialah aksara, yang disebut hieroglyph. Pada mulanya aksara itu berupa gam bargam bar. Lambat laun gambar-gambar itu mempunyai arti tertentu dan menjadi lambang.
7 Arca
Patung-patung yang sengaja dibuat untuk disembah sebagai perwujudan dari kepercayaan orang-orang Mesir Kuno.
8 Obelisk
Tugu-tugu ramping dan runcing menjulang tinggi ke angkasa sebagai pemujaan.

SEJARAH PERADABAN AMERIKA KUNO

Pada masa sebelum kedatangan bangsa Eropa di benua Amerika, telah terdapat penduduk asli. Di Amerika didiami bangsa Indian. Diperkirakan mereka berasal dari kawasan Asia yang masuk Amerika dengan menyeberangi selat Behring. Pada abad pertama Masehi di Amerika telah berkembang kebudayaan tua yang maju dan berlangsung terus hingga kedatangan bangsa Spanyol pada abad 16 Masehi. Adapun peradaban kuno yang maju tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

a.Peradaban Aztec
Bangsa Aztec berasal dari kelompok suku bangsa Toltek dari utara yang kemudian mendiami dataran tinggi Meksiko. Peradaban Aztec berkembang di daerah Meksiko. Bangsa Aztec bukan merupakan bangsa inovator, melainkan sebagai bangsa yang mampu memadukan berbagai keunggulan budaya di daerah sekitarnya dengan peninggalan budaya klasik. Sumbangan bangsa Aztec bagi peradaban adalah bidang militer. Bangsa Aztec memiliki daerah taklukan, dimana setiap daerah taklukan harus menyerahkan upeti berupa emas, perhiasan, budak, bahan makanan, dan benda lainnya. Hal ini berakibat kota Tenochtitlan menjadi kota megah. Bangsa Aztec dapat disejajarkan dengan kemampuan bangsa Romawi.

Pemerintahan bangsa Aztec bersifat sentralisasi, dimana semua kekuasaan dipegang oleh pemerintah pusat. Lembaga peradilan telah dibentuk dan diberlakukan di seluruh wilayah kerajaan. Kegiatan olah raga dan berbagai pertandingan juga telah dikenal baik. Kesenian dan arsitektur telah maju pesat, terutama dalam seni lukis dan seni bangunan. Bangunan besar dan megah dibuat dengan menggunakan bahan batu, pasir dicampur semen sehingga kuat dan halus. Bangunan piramida dibangun untuk memuja dewa.

Ilmu perbintangan, matematika dan tulisan gambar telah dikenal baik oleh bangsa Aztec. Dalam aspek perekonomian, bangsa Aztec telah mengenal pertanian yang maju, perdagangan dan industri dalam tingkat sederhana. Kepercayaan bangsa Aztec bersifat polytheisme, dengan menyembah dewa matahari dan dewa perang (Huitzilopochtli). Pemujaan dewa dilakukan pada setiap tahun dengan mengorbankan jiwa manusia.
Hal ini dapat dibuktikan dengan berbagai temuan arkeologis di kawasan Amerika Latin sekarang ini.
Penduduk Aztec dapat dibedakan atas tiga kelas. Kelas atas ditempati pendeta dan kstaria. Kelas kedua diduduki pekerja, pengrajin bebas, dan sedikit kaum pedagang. Sedangkan kelas terendah terdiri atas budak. Peradaban Aztec berkembang pesat pada masa Montezuma II yang memerintah hingga kedatangan bangsa Spanyol dan menaklukkan Aztec.

b.Peradaban Inka
Bangsa Inka berkembang di kawasan Peru (Amerika Tengah). Pada akhir abad XI Masehi, bangsa Inka berhasil menguasai suku bangsa lain di Peru dan membentuk kerajaan. Wilayah kerajaan terbentang dari Cuzco ke utara melalui daerah Ekuador, ke selatan sampai sungai Maule (Chile Tengah) dan ke daerah sebelah utara Argentina. Pusat pemerintahan berada di Cuzco.

Masyarakat Inka dikenal kemampuannya dalam bekerjasama dan menjaga perdamaian. Padahal mereka terdiri atas ratusan kelompok masyarakat dengan bahasa yang beraneka ragam. Kerukunan masyarakat Inka nampak dari sistem pengaturan irigasi pada musim panas.

Kerajaan Inca berbentuk imperium besar yang diperintah oleh raja yang berkuasa mutlak, tetapi lebih mengutamakan kepentingan rakyat banyak. Kekuasaan raja bersifat turun temurun. Pertanian telah maju dan mengenal irigasi dengan baik dan teratur. Hasil pertanian berupa jagung, kacang dan kentang. Kegiatan perekonomian diatur sepenuhnya oleh kerajaan.  Perdagangan dilakukan dengan sistem barter.
Agama tidak memiliki peran penting dalam seluruh kehidupan bangsa Inka. Namun demikian mereka memiliki lembaga agama dalam struktur pemerintahan. Kepercayaan bangsa Inka bersifat polytheisme. Dewa yang paling berpengaruh dalam kehidupan masyarakat adalah desa matahari, dewa bulan, bintang, halilintar dan dewa kesuburan.

Dalam arsitektur, bangsa Inka memiliki peradaban yang sangat maju. Hal ini nampak dari kemampuan dalam masalah batu, keramik, pekerjaan merajut, metalurgi, tambang, pembuatan jembatan dan jalan. Hasil budaya tertinggi bangsa Inka berupa Machu Picchu yaitu bangunan yang berdiri pada punggung pegunungan Andes pada celah sempit antara puncak yang menjulang pada ketinggian 600 meter di atas lembah sungai Urubamba. Selain pembanguna kota, juga mampu membuat istana, kuil dan benteng.
Dalam bidang ilmu pengetahuan, kemampuan dalam astronomi dan matematika lebih rendah dibanding bangsa Maya dan Aztec. Seni musik dan puisi ternyata lebih maju. Sedangkan dalam pemerintahan dan politik bangsa Inca lebih maju dibanding dua bangsa yang lain.

c.Peradaban Maya
Peradaban Maya berkembang di kawasan Guatemala dan semenanjung Yukatan. Berdasarkan temuan arkeolog, peninggalan bangsa Maya dapat ditelusuri dari tahun 200 SM, sedangkan puncak kejayaannya berlangsung dalam kurun tahun 300 – 900 Masehi.
Peninggalan budaya bangsa Maya dapat diketahui dari hasil budaya berikut :

1) bidang ilmu pengetahuan
Bangsa Maya telah menguasai ilmu perbintangan (astronomi), matematika (menguasai konsep bilangan) yaitu angka 1 sampai dengan 20. Bangsa Maya mampu menghitung pergerakan planet dan membuat kalender berdasarkan astronomi. Bangsa Maya mengenal dua kalender yaitu kalender berdasarkan peredaran matahari dan kalender suci (untuk menentukan hari baik). Ajaran agama, adat istiadat, sejarah, ketatanegaraan dan sebagainya diberikan secara lisan.

2) mengenal tulisan yang menggunakan lambang/ simbol
   
3) seni bangunan
Bangunan peradaban Maya terdapat hiasan relief, lukisan tembok, dan berbagai macam hiasan pada bangunan, misal piramida Uxmal. Bangunan dibuat besar dan megah, serta kuat yang menggunakan pasangan batu yang diperkuat pasir dicampur dengan semen. Jalan raya telah dibuat kerajaan dengan teratur baik.

4) bidang keagamaan / kepercayaan
Bangsa Maya menganut polytheisme yaitu menyembah banyak dewa, terutama dewa matahari. Untuk pemujaan tersebut, mereka membangun piramida dengna bagian puncak terdapat lubang untuk memasukkan mogam mulia sebagai pengorbanan bagi kepentingan dewa.

5) bidang ekonomi
Bangsa Maya telah mengenal pertanian dan perdagangan serta membuat barang kerajinan, misal benda keramik, kerajinan tenun (menenun kain, baju dan sebagainya.

Rabu, 07 Mei 2014

SEJARAH ASIA TIMUR

SEJARAH ASIA TIMUR (china, korea dan jepang)


SEJARAH ASIA TIMUR
Serupa tapi tak sama.
Secara umum terdapat 3 bangsa yang cukup besar di Asia Timur, yaitu China, Korea, dan Jepang. Tiga bangsa tersebut relatif memiliki tampilan luar yang sama, sehingga orang biasanya susah membedakan mana yang orang China, Korea, maupun Jepang jika melihat secara sekilas. Nah, untuk soal tampilan luar boleh saja sama, tapi isi dalamnya alias karakter 3 bangsa itu sama sekali berbeda. Ini dipengaruhi oleh kombinasi kondisi geografis dan faktor sejarah yang menghasilkan karakter yang berbeda-beda di antara 3 bangsa itu.
orang2 Mongol termasuk sebagai minoritas di China. Dengan tidak mengurangi rasa hormat terhadap Republik Mongolia, secara kultur mereka awalnya memang berbeda dengan China yaitu sebagai bangsa pengembara. Tetapi setelah menaklukan China mereka menjadi bangsa “beradab” dan malah menyerap budaya China besar2an dalam kehidupan mereka selanjutnya, menjadi bangsa petani dan menetap. Hal yang sama terjadi di daerah taklukan Mongol lainnya di Asia Barat.
China
China merupakan negara benua, sebagian besar wilayahnya merupakan daratan yang berada di pusat benua. Sebagai salah satu pusat peradaban tertua di dunia, China menganggap kebudayaan mereka adalah peradaban terbaik, sementara menganggap bangsa2 di sekitarnya sebagai bangsa barbar. Di awal pendiriannya, China merupakan kumpulan dari negara2 yang saling berperang satu sama lain. Mereka menyadari bahwa kedamaian dapat dicapai dengan adanya persatuan dari penguasa tunggal yang kuat. Negara2 yang berperang tersebut akhirnya disatukan oleh kaisar Qin Shi Huangdi yang membentuk Dinasti Qin pada tahun 221 SM. Persatuan ini merupakan nilai penting bagi bangsa China sejak saat itu sampai sekarang. Penerus Dinasti Qin, yaitu Dinasti Han (202 SM – 220 M) merupakan dinasti terlama yang memerintah China, sehingga orang2 China sejak saat itu menganggap diri mereka sendiri adalah orang Han. Sejak masa Dinasti Tang (618 M – 845 M), ketika wilayah China semakin meluas, penduduknya sudah merupakan kumpulan dari berbagai suku “barbar” sebagai minoritas dan suku Han sebagai mayoritas. Dinasti Tang menjalankan kebijakan kosmopolitan, dengan membiarkan suku2 minoritas memiliki identitas kesukuan mereka tetapi tetap berada dalam wadah besar kebudayaan Han. Kemunculan suku barbar yang kemudian menguasai beberapa wilayah China (Jurchen/Manchu dan Liao di timur laut, Tangut di barat) pada masa Dinasti Sung (960 M – 1260 M) semakin mendambah suku2 minoritas yang menjadi bagian China. Ketika silih berganti Dinasti Yuan, Ming, dan Qing berkuasa di China, wilayah China sudah bertambah semakin luas seiring dengan penaklukan2 wilayah sekitar. Puncaknya ketika masa Dinasti Qing, wilayah China adalah seperti wilayah RRC saat ini dan ditambah wilayah Republik Mongolia.
Tentu saja, wilayah yang luas akan sangat rawan perpecahan. Karena itu, seperti sudah disinggung tadi, China menerapkan kebijakan kosmopolitan dan toleransi terhadap penduduk non-Han. Mereka tidak ambil pusing dari suku maupun agama apapun mereka berasal, yang terpenting mereka berada dalam sebuah kebudayaan besar Han yang bersatu. Tapi jika suku2 minoritas ini coba2 memisahkan diri dari China, maka China tidak segan2 menghajar habis2an gerakan separatis itu. Contoh mudahnya antara lain gerakan separatis di Xinjiang-Uighur, gerakan “kembali ke Mongol” di Mongolia Dalam, maupun pelepasan diri Tibet. Gerakan2 separatis tersebut ditekan habis2an dan akhirnya berkompromi untuk membentuk daerah otonomi khusus.
Politik kosmopolitan ini juga diterapkan dalam hubungannya dengan luar negeri, dalam bentuk negara vassal. Negara vassal bisa dikatakan sebagai negara pengikut yang membayar sejumlah upeti terhadap negara “pelindung”nya setiap tahunnya. Jika negara vassal dalam bahaya diserang negara lain, maka negara “pelindung” akan membantu negara vassal tersebut. Jika negara vassal menolak membayar upeti, maka oleh China hanya akan diabaikan dan mungkin suatu saat diinvasi. Upeti yang dibayarkan biasanya hanya berupa barang hasil bumi tak berharga, tetapi oleh China negara vassal itu akan dihadiahi berbagai benda berharga (porselen, sutera, alat ukur). Jadi pada dasarnya hubungan negara vassal-pelindung ini mutualisme, karena itu banyak negara2 di sekitarnya, terutama di jaman Dinasti Yuan (1271-1368) dan Dinasti Ming (1368-1644), yang menjadi negara vassal bagi China. Contoh negara2 vassal tersebut antara lain : Korea, Jepang, Champa (Vietnam), Malaka, Majapahit (ya, Majapahit sempat jadi vassal-nya Dinasti Ming), Ceylon (Sri Lanka).
Jadi, memang sudah sejak dulu bangsa China lebih suka berkompromi menggunakan materi ketimbang berkonfrontasi langsung dengan lawan-lawannya
Korea
Korea merupakan negara semenanjung. Wilayahnya berupa daratan “perpanjangan” dari benua Asia di bagian timur, dan dikelilingi laut di ketiga sisinya, dan kepulauan Jepang di seberang lautan. Posisi ini merupakan posisi strategis untuk mendapatkan kekuasaan. Negara benua (China) dapat menggunakan semenanjung sebagai batu loncatan ke pulau seberang, begitu pula negara pulau (Jepang) dapat menggunakannya untuk menuju benua. Dan sejarah telah membuktikan bahwa semenanjung Korea telah menjadi incaran bangsa2 di sekitarnya untuk dikuasai. Karena faktor inilah, bangsa Korea harus selalu siap sedia jika ada invasi dari bangsa lain. Mereka harus berjuang habis2an untuk mempertahankan diri dan keluarganya. Hasilnya, tidak seperti bangsa China yang suka kompromi, bangsa Korea sangat keras kepala dan teguh pendirian bahkan cenderung kolot. Ini dikarenakan, jika mereka menerima kompromi, artinya mereka kalah sehingga nilai2 keaslian Korea akan hilang karena bercampur dengan nilai2 luar yang masuk. Bangsa Korea sangat menjunjung tinggi keaslian keturunan sebagai identitas ras. Demi keaslian identitas ras, mereka sangat menghindari perkawinan campuran dengan bangsa lain, karena dengan bercampur dengan bangsa lain, artinya identitas Korea-nya hilang dan berarti mereka kalah. Karena itulah mereka menjadi bangsa yang keras kepala dan “akan melakukan apa saja” untuk melindungi keaslian diri dan keluarga mereka dan cenderung menolak berkompromi dalam bentuk apapun.
Ancaman terhadap Korea datang dari China, Manchu (Jin/Jurchen), Mongol, Jepang, dan bajak laut Jepang. Sampai dengan masa2 awal Dinasti Koryo (918-1392) bangsa Korea masih mampu bertahan menghadapi invasi dari tetangga-tetangganya, terutama China. Tetapi ketika Mongol menyatukan China dalam Dinasti Yuan, Korea tidak bisa berbuat banyak selain mengakui China/Mongol Yuan sebagai negara “pelindung”nya. Meskipun demikian, Korea tetap mempertahankan kekeras kepalaannya dalam menjaga keaslian bangsa Korea dengan melarang percampuran antara bangsa asing dengan penduduk Korea. Ancaman lainnya datang dari Jepang di tahun 1592 dan 1597. Toyotomi Hideyoshi yang baru saja menyatukan Jepang melanjutkan ambisinya untuk menguasai China dengan menggunakan Korea sebagai batu loncatan. Jepang memang berhasil mendarat di semenanjung Korea (dan bahkan mencapai Seoul), tetapi armada Jepang dihancurkan armada Korea sehingga pasukan yang berada di darat terputus suplai logistiknya dan pada akhirnya dapat dikalahkan.
Selain keras kepala dalam mempertahankan identitas Korea-nya, bangsa Korea juga berkarakter kolektif dengan sesamanya. Ini juga tak lepas dari pengaruh invasi berulangkali yang mengharuskan mereka bekerja sama untuk mempertahankan identitas bangsa. Sesama orang Korea dapat dengan mudah cepat akrab dan saling berbagi teritori pribadi. Mungkin inilah yang membuat Korea memimpin pasar game online, dibandingkan dengan Jepang yang merajai pasar game console.
Karakteristik bangsa Korea sebenarnya merupakan karakter khas bangsa semenanjung yang keras dan tanpa kompromi. Anda dapat lihat bangsa2 di semenanjung Balkan maupun semenanjung Indochina, meskipun berkali-kali diinvasi bangsa asing maupun saling menginvasi, mereka tetap mempertahankan identitasnya masing2 sebagai bangsa tersendiri. Kasus Korea, mereka telah dipersatukan terlebih dahulu di tahun 57 SM oleh Dinasti Shilla.

Rabu, 02 April 2014

Pengertian ilmu sejarah

Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.


selanjutnya klik disini http://mobelos.blogspot.com/2013/10/pengertian-sejarah-definisi-sejarah.html